Thursday, January 20, 2011

From 2010

Film-film dari 2010 yang belum sempat diulas...baru sekarang sempat saya tampilkan secara singkat dan seadanya. Silakan dinikmati.

Satu dari sedikit film Indonesia yang ditonton tahun kemarin. Imbas promosi yang begitu gencar dari salah seorang pemainnya, Joko Anwar melalui twitter. Keren nih banci-banci, saatnya mereka maju ke depan menjadi peran utama dan tidak hanya menjadi bahan olok-olokkan. Ide ceritanya berani...sentilannya juga mantap. Jelas untuk tontonan dewasa. Kerennya lagi, film ini mempunyai character-poster yang jarang ada di film Indonesia.

Cukupkan saja pada bagian makan-makannya, karena cuma itu bagian yang menarik. Sesuai tujuannya, sesi ini benar-benar membangkitkan selera makan. Selebihnya, membosankan. Berlebihan juga menggembar-gemborkan pariwisata Indonesia melalui film ini. Bagian mana tuh Bali-nya, tanpa promosi juga udah terkenal kok.

"Old man my ass", benar tuh, tua-tua keladi makin tua makin jadi. Malkovich sebagai Marvin Boggs paling mencuri perhatian nih. Di setiap tim kayaknya buth orang gila kayak gini...gak jauh beda dengan Murdoch di A-Team.

Posternya jelas tidak begitu menarik. Biasanya bisa mudah ditebak jalan ceritanya, gak jauh-jauh dari obat bius, afro amerika, good cop and bad cop. Gak begitu meleset kanya?!?. Pembagian karakter dibuat merata untuk tiap tokoh jadinya tidak ada yang terlalu menonjol. Apa pula peran Zoey Zaldana di sini, gak penting banget. Adegan pencuriannya yang semula dikira orisinal ternyata udah pernah dipakai...hmph.

Beginilah seharusnya film Harry Potter versi dewasa dibuat. Gelap, mencekan dan mendebarkan dengan scoring yang ciamik. Cukuplah pengobat dari seri keenam yang hancur lebur. Animasi di tengah ceritnya kerena banget, layak jadi short-movie tersendiri.

Denzel Washington gak bisa lepas dari kereta nih. Speed on a train, Takin Pelham 1, 2, 3 on a fast lane. Ketegangan yang terlu cepat dengan durasi yang pendek.

And they lived happily ever after...begitulah di akhir cerita. Kalau Pixar punya standar, maka inilah standar Disney...tidak ada yang mengecewakan sih. Sayang, lagu-lagu di film Disney tidak ada yang sedahsyat dulu lagi, tapi salah satu lagu di film ini tentag "impian" oke tuh.

Satu lagi dari Disney, kayaknya paling ambisius nih mengusung 3D (sayang cuma bisa menyaksikan versi 2D-nya). Ceritanya...hmm, agak standar sih tapi tontonan visualnya memang memanjakan ditambah dengan scoring dari Daft Punk, bener-bener Elek-Tron-ika...eh, yang jadi dua orang DJ di klub itu beneran Daft Punk gak ya?!?

Seharusnya ada yang salah kalau film in dapat nominasi untuk best picture di Golden Globe...serasa ada yang nanggung di film ini, sensasinya cuma dapat setengah. Belum lagi ceritanya yang terlalu "indah".



1 comments:

Nina said...

liat tron 3D pas kaki masi sakit, siang2 & bioskop sepi... suaranya endang bambang menggelegar :D
iya 2 orang DJ di clubnya si Castor aseli Daft Punk