
Pertanyaan yang ingin disampaikan melalui film ini adalah, bisakah seorang pria dan wanita berhubungan tanpa ada ikatan di antara mereka?!? Dalam film yang jauh lebih dulu ada, When Harry Met Sally, sebenarnya sudah disinggung tentang persoalan ini dan baik dulu maupun sekarang, jawabannya adalah "tidak". Hanya saja, selama ini bila perempuan yang dianggap selalu melibatkan perasaaan dalam sebuah hubungan dan kaum lelaki yang hanya ingin bersenang-senang, di film ini anggapan seperti itu coba untuk dibalik, girls wanna have fun too. Natalie Portman bukan wanita yang pertama mencoba melakukan ini pada seorang pria. Tom (Joseph Gordon Levitt) turut merasakan duluan yang dirasakan Aston Kutcher, dengan hubungannya yang geje dengan Summer (Zooey Deschanell) dalam 500 Days of Summer . Kasian mereka berdua ini tapi lebih kasian lagi Tom dengan Summer.
Akhirnya sempat mencicip Blit dengan menonton film ini. Nanda Sihombing menjadi orang yang bertanggung jawab sebagai penerjemah film ini padahal lama namanya tidak muncul di akhir film. Salah satu nama penerjemah favorit terkahir kalu saya tahu kalai tidak salah menerjemahkan film ANgel and Demons, habis itu entah ka mana menghilangnya. Sekarang bisa muncul lagi di Blitz, apa memang sudah hijrah sejak lama ya?!? Sepeninggal nama ini, otomatis para penerjemah yang tersisa di jaringan 21 adalah para penerjemah yang masih perlu banyak belajar lagi. Satu lagi perbedaan antara Blitz dan jaringan 21 yang sudah jadi langganan, sepertinya Blitz menerapkan sistem sensor yang lebih longgar dibandingkan 21 (ini yang saya suka)
Akhirnya sempat mencicip Blit dengan menonton film ini. Nanda Sihombing menjadi orang yang bertanggung jawab sebagai penerjemah film ini padahal lama namanya tidak muncul di akhir film. Salah satu nama penerjemah favorit terkahir kalu saya tahu kalai tidak salah menerjemahkan film ANgel and Demons, habis itu entah ka mana menghilangnya. Sekarang bisa muncul lagi di Blitz, apa memang sudah hijrah sejak lama ya?!? Sepeninggal nama ini, otomatis para penerjemah yang tersisa di jaringan 21 adalah para penerjemah yang masih perlu banyak belajar lagi. Satu lagi perbedaan antara Blitz dan jaringan 21 yang sudah jadi langganan, sepertinya Blitz menerapkan sistem sensor yang lebih longgar dibandingkan 21 (ini yang saya suka)
4 comments:
Kebetulan lagi iseng blogwalking dan nemu blog ini, dan jadi agak kaget karena nemu nama sendiri di sini.
Wah... jadi seneng ada yang suka sama hasil kerja saya. Terima kasih banyak ya. Kebetulan emang saya agak sibuk belakangan ini jadi vacuum dulu dari dunia terjemahan. Tapi mudah-mudahan teman-teman yang lain juga hasil terjemahannya enak dibaca ya.
Salam,
Nanda
Wah...jadi seneng ada yang suka sama hasil kerja saya. Makasih ya. Kebetulan emang lagi sibuk belakangan ini jadinya vacuum dari dunia terjemahan dulu. Tapi mudah-mudahan terjemahan temen-temen juga enak diliat ya.
Salam,
Nanda
Terima kasih komentarnya kakaaakkk...pantesan jarang nongol namanya nih setelah film. Ditunggu lagi hasil karya selanjutnya.
karena sekarang nama penerjemah banyak yang nggak dicantumin, nanti tebak2 aja ya kerjaan saya yang mana :)
Post a Comment