Dengan didukung oleh massa Muhamadiyah yang melimpah, film Hanung terdahlulu "Sang Pencerah" mendapat banyak pujian. Sekarang, dalam film terbarunya "?", boro-boro mendapat sambutan atau sanjungan malah dianggap sesat. Yang (katanya) sesat ini bisa menjadi promosi yang bikin calon penonton makin penasaran dengan kesesatan yang (katanya) ada.
Gak tahu tuh apa yang dipermasalahkan oleh orang-orang, tapi katanya menyinggung-nyinggung masalah Banser NU. Mari kita telaah apa yang sekiranya tidak berkenan di hati orang-orang itu. Tokoh dalam film ini yang berperan sebagai anggota Banser NU bernama Soleh. Satu tindakan tidak terpujinya, bukan karena Ia seorang anggota Banser NU tapi juga seorang manusia, Ia menyerang rumah makan masakan Cina yang dikelola Ping Hen yang juga tempat Istrinya (Menuk) bekerja. Alasannya, rumah makan tersebut buka pada hari kedua Lebaran dan dianggap tidak menghormati orang Islam yang sedang merayakannya (atau karena alasan pribadi). Inikah yang mencoreng nama Banser NU?!? Padahal di sini digambarkan penyerangan yang dilakukan Soleh bukan atas nama Banser NU, pakai seragam pun tidak. Justru, Banser di sini digambarkan dengan baik oleh tokoh atasan Soleh.
Apakah mereka yang menganggap film ini sesat beralasan dapat menyebabkan penontonnya yang beragama Islam menjadi murtad. Pemeluk agama lain tuh sepertinya santai-santai saja menanggapi hal inim kita kita harus selebay ini. Dalam satu ucapan pendeta di dalam film ini, bukan sebuah drama yang merusak keimana seseorang tapi kebodohan (tidak sama persis sih seperti itu kalimatnya).
Suka dengan tokoh Surya yang diperankan oleh Agus Kuncoro. Karakternya di sini paling banyak mengundang ketawa. Adegannya yang memerankan Yesus pun juga hampir bikin ketawa. Mau ketawa tapi takut menyinggung orang sebelah yang didengar dari percakapannya beragama Nasrani. Mau ketawa bukan karena adeganYesus yang menyeret salib dan dipecut tapi mengingat latihan yang dilakukan sebelumnya untuk memerankan Yesus. Suka juga dengan tokoh Rika yang diperankan Endita (suka karena karakternya atau karena terlihat ngegemesin ya?!?) Sayang kurang jelas tergambarkan alasannya berpindah agama.
Seperti dalam "Sang Pencerah", pilihan lagu-lagu yang mengisi film ini juga enak didengar. Sudjiwo Tejo, SO& sampai lagu lama Iwan Fals dkk ada. Pas di lagu "Kita", itu pengamen siapa ya yang nyanyi?!?

2 comments:
I love it. Aku suka ceritanya. Aku suka idenya. Tapi sayang sekali, endingnya terlalu memuaskan penonton alias terlalu happy ending.
Betewe, aku suka karakter ustadz yg diperankan oleh David Chalik. Open mind dan tidak menggurui.
Sayangnya (ya sayangnya) pada akhirnya film ini (menurutku) menonjolkan suatu kaum tertentu -_-"
Tidak semua ending-yang-memuaskan-penonton bisa diterima oleh semua penonton ya...tapi emang semua pada akhirnya dibuat terlalu indah.
Post a Comment