Thursday, May 19, 2011

Mari Menonton

Sudah berapa kali Anda membaca postingan di dalam blog ini dimulai dengan sesuatu yang tidak begitu penting seperti yang sedang Anda baca sekarang. Saya tahu bahwa untuk memikat pembaca sebuah blog harus dimulai secepat mungkin begitu pembaca membaca awal-awal kalimat dalam postingan sebuah blog. Alih-alih menghentikan kebiasaan buruk itu, kebiasaan omong kosong ini sudah membawa saya sampai ke kalimat ketiga dan apakah sadar Anda sudah mengikuti saya sampai ke kalimat ini?!? Kalimat basa-basa ini lazimnya diisi dengan alasan saya memposting sebuah tulisan. Apa alasan saya untuk postingan kali ini (ada yang bisa menebak?!?), yaitu adalah agar ada sebuah postingan baru di blog ini (please don't block this blog or repor it as a spam). Untuk membuktikan kasih sayang Saya kepada blog ini maka dengan penuh kesadaran saya posting tulisan ini. Biar tidak terkesan serampangan dan seadanya (padahal memang itu sebagian besar isi blog ini), bolehlah saya sedikit melacur tentang kisruh perfilman bioskop kita. Ini bukan sekedar masalah tapi kekisruhan soalnya tidak tahu siapa yang sebenarnya bermasalah di sini, kayakanya semua bermasalah. Terlalu lama absen dari dunia perbioskopan membuat Saya merasa kembali di masa-masa lalu saat film belum menjadi prioritas utama Saya. Lihat trailer-trailer keren di tipi trus hanya bisa berujar alam hati"Oooo...kereeeeennn...wooooow", udah gitu aja. Sekarang juga sama aja sih, ada bioskop tapi serasa tidak ada. Ada baiknya juga dengan kisruh ini yaitu pemerataan bagi seluruh penonton di Indonesia. Kalau Saya tidak bisa nonton maka kamu-kamu sekalian pun tidak bisa (tawa puas mewakili para penonton daerah, hahahaha). Saya tetap berharap kok kisruh ini segera berakhir supaya bisa nonton film-film keren lagi di bioskop walau terkadang gondok juga tidak kebagian film yang diinginkan. Intinya bersabar yah.

Sembari menunnggu film-film keren itu kembali naik di layar bioskop, boleh lah kita nonton film di rumah. Bisa dipilih lewat DVD, hasil unduhan baik asli maupun bajakan itu pilihan Anda asalkan sampai nggak ngebunuh atau melukai orang aja silakan (tapi melukai hati pembuat filmnya...eeea). Ada beberapa film yang sudah Saya tonton tapi kalau mau dituliskan semua di sini kayaknya kebanyakan ya (antara menunjukkan kesombongan dan kurang kerjaan). Jadi, saya pilihkan yang agak-agak lama, yang bukan Hollywood yang gak mungkin tayang di bioskop yang mungkin menurut Anda gak keren sama sekali. Sok silakuen dibaca ja.

Persepolis-janganlah dilihat dari gambarnya tapi lihatlah ceritanya, kalau suka animasi yang sederhana ini bisa jadi pilihan bagus (dgn cerita yang bagus pula tentunya). Dalam satu dialoagnya ada semacan perlawanan/sindiran buat Jepang. "Apart from cutting theri stomach open and making disgusting monster those Japanese can't do anything"

This Is England-Fasisme, rasis atau ultra nasionalis, atau apapun sebutannya untuk aliran kepercayaan yang satu ini. Ada saja orang yang menganggap bahwa negaranya hanya boleh diisi oleh sekelompok orang-orang tertentu. Seorang anak terseret masuk ke dalamnya, akibat pergaulan yang salah?!?


Oldboy-Film Korea posisi teratas di IMDb, tinggal tunggu jadi versi remake Hollywood yang gak kelar-kelar. Harusnya merasa bersimpati kepada karakter protagonis yang menjadi korban, tapi kejeniiusan sang penjahat lah mengesampingkan simpati itu dan menaruh hormat pada sang penjahat. Kombinasi antara kesabaran, perencanaan yang matang menghasilkan balas dendam yang sungguh manis (bagi si penjahat) tapi terasa sangat menyakitkan bagi si korban. Indeed revenge is sweet, and when everything went smooth as planned, it just perfect.


Dead Snow-Pasukan Nazi yang menjadi Zombie, bahkan fasisme tidak akan pernah benar-benar mati. Zombie dari pasukan khusus kali Nazi soalnya mereka tidak berlaku layaknya zombie pada umumnya, gerakannya lincah dan tahan sinar matahari pula, bah.
Love Me If You Dare-Love is only a game, as you can see in the title.

Four Lions-Bagi saya semua film komedi Inggris baik parodi, satir atau yang beneran komedi ibarat pembuat lelucon berdarah dingin, bisa bikin yang denger ketawa tapi dianya malah diam menunjukkan wajah tak berdosa (iyalah, emang bikin orang ketawa itu dosa). "Kok memojokkan Islam seperti itu sih", kalau sampai berpikiran seperti itu mungkin kita termasuk yang orang yang disindir oleh film ini, yaitu orang-orang yang berpikiran salah. 4 orang muslim berencana melakukan bom bunuh diri. Lagi kita ditunjukkan bahwa semua orang yang melakukan hal ini hanya tersesat dalam pemikiran yang salah akibat dari pemikiran orang yang merasa paling benar (parahnya, yang ada di sini bodohnya gak ketulungan). Ujung-ujungnya malah bersimpati kepada pelaku sekaligus para korban ini dalam akhir buruk yang menimpa mereka.

I Spit On Your Grave-Seorang gadis diperkosa, dianiaya sampai hampir mati tapi terus akhirnya bangkit dan menuntut balas. Kalau ini skenario film horor Indonesia, pasti pemeran utamanya Suzanna sebagai kuntilanak. Balas dendan memang indah kalau terjadi di film. Those men get what they deserve.

Dogtooth-Entah harus koomentar apa tentang film ini. Melihatnya bagaikan eksperimen perilaku manusia yang dilakukan oleh orang tua sendiri (kok tega-teganya sih???). Ini satir...satir, tapi gak tahu satirnya tentang
apa. Perhatian: banyak adegan telanjang atas bawah.


Devil-M Night Shamalan perlu mempertimbangkan tetap menjadi produser daripada terus mempermalukan dirinya sebagai sutradara. Tebakan-tebakan mencari siapa iblisnya mudah, tapi menarik melihat semua "kebetulan" dirangkaikan menjadi satu kejadian. "I don't believe the devil. We don't need them. People are bad enough by themselves"

In The Mood For Love-Kisah cintanya mungkin tidak sepedih disilet-silet terus ditetesin perasan jeruk nipis, tapi barangkali gambarnya yang membawa suasana sedih, suram dan muram.

No comments: