Tuesday, October 25, 2011

One Month Review

Katanya sih ini hari blogger nasional, semacam menyentil blog Saya yang sepertinya sudah cukup berdebu. Dinikmati dulu seadanya hasil racikan yang lumayan panjang, masih ada bumbu yang kurang Captain America dan dua film Turki yang disaksikan pas festival film Turki, tapi sepertinya sudah kehabisan cara mengaduk kata-kata yang sesuai. Jadi, inilah dulu saja yang bisa Saya hadirkan ke depan layar komputer atau hape pintar Anda.



Ini film yang menyenangkan untuk ditonton, sekumpulan anak-anak itu begitu menggemaskan. Seru melihat persahabatan mereka dan rasa deg-degan saat suka lawan jenis di seusia mereka. My choice of jaw-dropping momment, saat latihan dialog di stasiun antara. Yang di dalam film ternganga, yang di kursi penonton (baca: Saya) juga ikut ternganga. Si Alien tampil malu-malu kucing, mirip lah dengan penampakan yang ada di Clovefrfield tapi efek kehadirannya cukup mengejutkan. Desain si alien juga tidak mengalami evolusi dari yang sudah ada sih, makin susah kali ya nyari alien yang tampil beda. Nikmati endignya tanpa perlu menunggu sampai habis dengan diiringi lagu My Sharona (The Knack).




Setelah digempur Wall-E, Up, dan Toy Story 3, Cars 2 terasa jomplang dalam segi cerita tapi tetap menyenangkan untuk ditonton (kritikus jangan kejam dong). Dari deretan film Pixar, Cars sendiri tidak terlalu tampil istimewa, jadi untuk tampil dengan lonjakan kualitas yang lebih di film keduanya memang sulit. Cerita tentang menerima temanmu apa adanya, juga sering difilmkan dan Cars2 juga tidak menghadirkannya dengan cara berbeda. Malah ini lebih cocok jadi spin off dari film pertama dengan Mater sebagai tokoh utamanya. Siapa yang terlibat dalam urusan mata-mata, dan terlibat intrik dan masalah di film ini, Mater. Biarkanlah Lightning Mc Queen sibuk dengan urusan balapnya melaju ke berbagai negara, dengan keunikan setting tiap negara dalam dunia mobil. Nice soundtrack too.



Ini contoh film yang tidak setia pada judulnya, sampai seri ke-5 masih saja belum menemukann tujuan akhirnya. Ya, kalau Saw saja masih betah sampai seri k3-7 berarti masih ada 2 seri lagi untuk menyamai pencapaian Jigsaw. Orang bisa bosan dengan film ini yang ceritanya begitu-begitu dan akhirnya pun sudah pasti bisa ketebak, makanya kita perlu melihat segala sesuatu tidak dari hasilnya tapi dari prosesnya. Dari kecelakaan pesawat, kecelakaan di jalan raya, roaller coaster, kecelekaan di arena balap hingga ini kecelakaan di konstruksi jembatan, untuk hal ini bisa dibilang banyak variasi untuk permulaan munculnya firasat. Untuk urusan mati,yang ini terjadi penurunan "kualitas" dari yang sebelun-sebelumnya, tidak saja karena mirip dengan yang pernah terjadi di seri sebelumnya tapi hilangnya efek domino menuju kematian. Efek domino di sini berarti satu kejadian kecil saja, bisa membawa kematian ke salah satu karakternya. Kebanyakan efek domino juga jadi tidak lazim, seakan-akan benda mati itu memiliki kehendak sendirinya atau digerakkan dengan tangan setan menuju kematian.
Satu kejutan menarik disimpan di akhir film..yaitu tanpa kita sadari bahwa ini adalah prekuel dari final destination yang pertama, justru karakter utamanaya adalah yang tewas pada kecelakaan pesawat. Kalau cukup jeli sebenarnya ada petunjuk yang menunjukkan hal itu, telepon genggam yang digunakan di sini berukuran cukup besar kalau kita mengaggap setting film ini pada zaman sekarang. Semula juga Saya merasa hal itu aneh, tapi bisa sja itu cordless phone (tapi kok ya bergetar). Film ini juga turut menyamarkan seting waktunya dengan tokoh forensik yang mengatakan bahwa dia pernah menaglami hal yang serupa jadi ita mengasumiskan itu adalah kejadian dari film yang pertama sampai yang keempat, cukup cerdik.




Dua kata, wajib tonton. Yang pasti nonton ini mengingatkan sama The Fighter yang diperankan Christian Bale, tapi dengan feel yang berbeda. Warrior lebih "kalem" dalam mengungkapkan perasaannya, jelas berbeda dengan The Fighter yang meledak-ledak dan penuh amarah. Ceritanya diungkap perlahan, masalah yang ada diurai satu persatu jadi penonton harus sabar bertanya "kenapa begini kenapa begitu". Hebatnya biar berjalan lambat dan durasi yang cukup panjang, itu semua tidak kerasa, bisa betah duduk manis di kursi bioskop. and I'm sure he'll one bad ass bat-cracker. Penampilan sangar oleh Tom Hardy, dingin dan keras tapi akhirnya memperlihatkan kelembutan. Ini semacam peringatan kepada penonton yang menunggu-nuggu sekuel Batman terbaru, he's ready for Bane and he'll be one badass bat-cracker.


Penonton berharap apalagi yang bisa disaksikan untuk sekual kesekian kalinya dari film ini, yang bikin juga sepertinya sudah kehabisan ide untuk menampilkan yang baru. Yah, jadinya yang keempat ini seperti yang pertama, kedua, dan ketiga, gak ada yang baru. Capt Jack Sparrow kali ini melanglang buana sendiri tanpa ditemani Orlando Bloom dan Keira Knightley, makin terasa sepi, kehadiran Penelope Cruz juga terasa tidak cukup. Satu hal yang patut disyukuri adalah kali ini tidak selama dan semenjemukan film ketiganya.


"Caesar is home", film yang sangat memanusiakan para kera. Sudah banyak film yang menceritakan perjuangan manusia, kisah perjuangan primata? mungkin hanya ini. Waktu kecil si Caesar ini sangat menggemaskan seperti Curious George, udah gede malah jadi pembangkang bukan hanya kepada tuannya tapi kepada seluruh umat manusia. Bisa jadi film kampanye yang cocok untuk penyelamatan orang utan dan bangsa kera yang terancam punah, kalau mereka tidak diperlakukan dengan baik bisa jadi suatu saat akhirnya mereka melawan kita manusia. Angkat empat jempol kera untuk penampilan Andy Serkis sebagai Caesar, cukup dari sorot matanya sudah tampak amarah dan dendam bangsa kera.


Mutant and proud. Begini seharusnya mereka membuat film X-Men dari dulu. Trilogi yang sudah ada masih kurang bagus, ditambah lag spin-off Wolverine yang masih tidak cukup bagus untuk "kurang bagus". Over exposure of mutant super power is cool, terlalu banyak aksi kadang menjadi bulan-bulanan karena ceritanya yang seringkali memble, di sini kekuatan mutant diimbangi dengan cerita yang baik pula. Mutant mana yang paling digdaya di sini selain Magneto, dari mengangkat kapal selam, membelokkan wajan raksasa, sampai menghentikan peluru kendali, unjuk kekuatan yang memuaskan. Kita jadi tahu bagaimana asal-usul seorang Magneto, bagaimana Mystique bisa begitu betah terhadapnya, kelumpuhan Prof Xavier, hingga lahirnya Beast. Sayang angkatan pertama X-Men kok kayaknya masih cupu-cupu ya, bukannya harusnya ada si Cyclop?!?

2 comments:

Gung Wo said...

Kalau nggak salah sih memang Cyclop sama Jean Grey direkrut sama Xavier pas dia sudah di kursi roda dan saat Xavier sama Magneto sudah musuhan.

Isa said...

Yup, merunut komiknya sih memang begitu.
Thanks for dropping by.